PT Palembang GMA Refinery Consortium (PGRC) mengandeng Dassault Systemes sebagai mitra teknologi `ground breaking` dalam membangun kilang minyak berkapasitas 300.000 bpd di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu.

Investor ini juga akan membangun komplek petrokimia dan cadangan petroleum strategis (SPR) bernilai lebih dari 9,8 miliar Euro di KEK Palu, Sulawesi Tengah, yang baru diresmikan Menko Perekonomian Darmin Nasution, Rabu (27/9).

Managing Director Asia Pasific South Dassault Systemes, Masaki Sox Konno mengatakan pihaknya sangat tertarik melihat industri yang dikelola pemerintah, seperti industri minyak dan gas yang ditransformasikan ke digital dengan platform 3D experience.

“Kami juga senang ditunjuk sebagai mitra teknologi strategis dan bisa menyaksikan peluang dan potensi besar yang diberikan teknologi ini kepada proyek itu, dengan dampak positifnya terhadap mereka yang terlibat didalamnya,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan di Palu, Rabu.

Proyek kilang minyak terintegrasi itu, kata dia, juga termasuk komplek petrokimia dan cadangan petroleum strategis di KEK Palu, akan beroperasi dengan proses teknologi yang sangat otomatis. Sehingga memastikan efesiensi operasional, keselamatan dan keamanan saat memproses bensin, minyak diesel dan minyak tanah berkualiatas tinggi, sesuai dengan standar Euro dan Migas.

Kemitraan itu akan membantu para teknisi PGRC dalam mengelola dan merencanakan proyek kontruksi kilang minyak pertama di Indonesia, dalam waktu lebih dari 20 tahun, dengan menggunakan platform 3Dexperience Dassault Systemes.

Kilang minyak PGRC di Palu akan menjadi salah satu proyek industri pertama dan menjadi kilang minyak pertama di KEK Palu, zona yang ditetapkan pemerintah untuk pengembangan ekonomi dan industri.

“Fasilitas ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan mendesak Indonesia akan bahan bakar olahan dalam negeri dan mengarahkan industri lokal menuju swasembada serta menciptakan potensi baru bagi bisnis hilir,” ungkapnya.

Selain itu, proyek tersebut dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi di Palu dan di kawasan tersebut, serta menciptakan lebih dari 4 ribu lapangan kerja baru.

Platform 3Dexperience Dassault Systemes yang akan digunakan mengelola seluruh proyek kilang minyak PT PGRC di Palu, memberikan informasi multidisplin mengenai mengenai asset secara real time dalam virtual 3D. Tidak hanya itu, namun juga sepanjang fase di pabrik dan fasilitasnya dari waktu ke waktu.

Director PGRC Mohammad Rusydi mengatakan pihaknya sangat antusias untuk membuat sejarah dengan pembangunan kilang minyak yang canggih. Selain menjadi fasilitas kilang minyak pertama di Indonesia dalam waktu yang lama, kilang minyak PGRC di Kota Palu ini akan melalui proses kontruksi yang sepenuhnya dikelola dengan platform 3D yang inovatif, dari Dassault Systemes sebagai mitra teknologi.

“Keberhasilan proyek ini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi KEK di Palu dan Industri di daerah tersebut,” tutup Rusydi dan menambahkan, proyek ini diharapkan memulai konstruksi pada 2019 dan beroperasi tiga tahun setelah itu.

Minyak mentah yang akan diolah di kilang ini akan disuplai oleh perusahaan minyak nasional Iran yakni National Iran Oil Company (NIOC).

PGRC semula akan membangun proyek ini di KEK Tanjung Api-api, Sumsel, namun karena KEK itu belum siap, maka rencana investasi ini dialihkan ke KEK Palu.

“Kami fokus di Palu saja,” kata Rusydi.

Direktur Utama PT Bangun Palu Sulawesi Tengah, Andi Mulhanan Tombolutu mengatakan, sebagai wujud dari apresiasi terhadap rencana investasi PGRC itu, pihaknya segera menyusun kembali master plan KEK Palu, dan regulasi lain yang mengatur soal itu.

“Kita akam bicarakan kembali, karena PGRC membutuhkan lokasi sekitar 1000 hektare,” ujarnya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here