Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah, Hidayat Lamakarate didampingi Direktur Utama PT Hongthai International, Firman Lapide saat melepas ekspor perdana getah pinus dari Pelabuhan Pantoloan, Palu ke China. (Foto: Ochan)

Lovely Nukila/DetikSulteng.com

Hongthai International, salah satu perusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Kamis (28/12) pagi melakukan ekspor perdana produk industri pengolahan getah pinus ke Guangzhou, China melalui Pelabuhan Pantoloan, Palu.

Ekspor perdana produk industri pengolahan getah pinus itu, dilepas  Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah, Hidayat Lamakarate dan dihadiri sejumlah pejabat lainnya, serta para direksi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu.

Direktur Utama Hongthai International, Firman Lapide mengatakan, ekspor perdana getah pinus itu dalam bentuk barang setengah jadi yang akan diolah di pabrik industri kesehatan dan kecantikan.

“Kita ekspor perdana ini sebanyak 475 ton getah pinus atau gondorukem atau setengah jadi,” kata Firman Lapide.

Firman Lapide, Direktur Utama PT Hongthai International. (Foto: Dok Pribadi)

Saat ini, kata dia, kebutuhan getah pinus di pasar Internasional, sekitar 1 juta ton setiap tahunnya.

Menurut Firman, saat ini pihaknya baru memiliki pabrik pengolahan getah pinus untuk diolah menjadi gondorukem di Kawasan Ekonomi Khusus Palu, sehingga harus diekspor ke China untuk diolah lagi. Ke depan, pihaknya sudah akan membangun pabrik pengolahan, sehingga produk yang keluar nanti sudah dalam bentuk barang jadi berupa produk kesehatan dan kecantikan.

“Kita sudah persiapkan pembangunan pabriknya,” ujarnya.

Bahan baku yang diperoleh PT Hongthai International, berasal dari Kabupaten Sigi, Poso, Morowali, Donggala dan beberapa wilayah lain. Harga yang dibeli pihak pabrik dari petani sebesar Rp12.500 per kilogram.

Kapal yang membawa kontainer berisi getah pinus dari Pelabuhan Pantoloan ke China. (Foto; Ochan)

Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola mengatakan, sejumlah perusahaan yang telah membangun pabrik di KEK Palu, yakni PT Asbuton Jaya Abadi industri aspal, nilai investasi lebih Rp 100 miliar dengan tenaga kerja yang akan direkrut sebanyak 120 orang.

Kemudian PT Hongthai International untuk pengelolaan industri getah pinus, dengan nilai investasi sekitar Rp15 M, tenaga kerja sekitar 30 orang, dan PT Sofi Agro Industries, industri kelapa, nilai investasi 1.389.000 dollar AS dan jumlah tenaga kerja 625 orang.

 

Selanjutnya PT Agro Sulteng yang mengola industri karet dengan nilai investasi Rp 200 miliar dan tenaga kerja sebanyak 100 orang, serta PT Artha Palu, yang mengelola industri minyak atsiri dengan nilai investasi sementara Rp 50 miliar, dengan jumlah tenaga kerja 35 orang. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here