Stop Narkoba

Akbar Fawaid/DetikSulteng.com

Hakim Pengadilan Negeri (PN) Palu, Lilik Sugihartono, Kamis (19/10) pagi, menjatuhkan vonis 17 tahun penjara kepada Brigadir Polisi Syamsu Rizal, oknum anggota Polda Sulawesi Tengah, atas kepemilikan 4,5 kilogram sabu. Syamsu Rizal juga dikenai subsider Rp15 miliar atau enam bulan kurungan.

“Terdakwa Syamsul Rizal terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana narkotika sebagaimana yang didakwakan dalam Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang pemberantasan tindak pidana narkotika,” ungkap Lilik Sugihartono.

Selain Syamsu Rizal, turut divonis juga Mohammad Ilham. Putusan Majelis Hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rasmudati. Tuntutan JPU adalah 20 tahun.

Saat ditangkap, Syamsul Rizal terpaksa ditembak. Sementara  Mohammad Ilham mengalami patah kaki, karena melompat  dari lantai lima salah satu hotel  di Kota Palu. Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan enam paket sabu seberat 4,5 kilogram yang ditaksir senilai Rp4,8 miliar.

Juru Bicara Polda Sulawesi Tengah, Ajun Komisaris Besar Polisi Hari Suprapto mengatakan, yang bersangkutan telah dipecat sebagai anggota polisi.

Semua anggota polisi yang terlibat kasus narkoba, pasti dipecat tanpa ampun. Syamsu Rizal telah dipecat,” tegas Hari Suprapto.

Sebelumnya, pada awal Agustus lalu, aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah kembali mengungkap kasus peredaran sabu di wilayah Kota Palu. Dia ditangkap setelah rumahnya di kawasan Tavanjuka digerebek aparat BNN Sulteng pada Jumat (11/8) lalu.

Kepala BNN Suawesi Tengah, Brigadir Jenderal Polisi Tagam Sinaga yang dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. Tagam mengatakan, bandar sabu yang ditangkap itu bernama Azis.

Penangkapan Azis itu dilakukan berdasarkan hasil pengembangan dari tersangka yang ditangkap sebelumnya kemudian ditindaklanjuti aparat di lapangan. Azis diringkus bersama dua orang lainnya yang diketahui juga merupakan keluarganya.

Bahkan katanya, dua keluarganya ini yang menyatakan bahwa Azis adalah bandar sabu di wilayah Tavanjuka.

Karena mau melarikan diri, polisi terpaksa menembak kaki Azis. Kini yang bersangkutan sedang dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Palu.

Sebulan kemudian, tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tengah menangkap kurir bandar sabu asal Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Karena melawan aparat saat penangkapan, pelaku terpaksa dihadiahi timah panas di kakinya.

Kurir sabu yang ditangkap dan ditembak aparat itu bernama Muhamad Isa (31), warga asal Desa Seunade Kunyet, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, NAD. Saat ini pelaku Isa juga sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Palu. ***

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here