Satgas Operasi Tinombala mengimbau agar terduga teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang saat ini tersisa tujuh orang, untuk menyerahkan diri secara sukarela. Imbauan itu disampaikan dengan cara mengedarkan pamflet melalui helikopter. (Foto: Foto: Mitha/SatgasTinombala)

Lovely Nukila/DetikSulteng

Assalamu Alaikum Warahmatulahi Wabarakatuh. Buat Saudara- saudaraku……

Kembalilah ke keluarga dan Negara merindukanmu. Mereka yang menyayangi dan mengasihi sesama, maka dia akan dikasihi serta disayangi Allah SWT Sang Maha Pengasih.

(Poso, 7 Muharram 1439 H)

Ttd

Kaops Tinombala

Kombes Pol. Djadzuli SIK.MSi

Itu adalah isi dari pamflet yang diedarkan oleh Pasukan Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala. Pamflet itu diedarkan dengan menggunakan  helikopter Bell jenis Ep 412. Ha 5155 itu, bertujuan agar sisa anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) segera menyerahkan diri secara sukarela.

Helikopter yang diterbangkan oleh pilot Mayor CPN Agus Falah, bersama Co pilotnya Kapten Bayu Aryudi, dan Perwira Seksi  Operasi Tinombala, Ajun Komisaris  Polisi Bima, Ajun Komisaris Polisi  Wugar dan  Letnan Satu Inf Setyo itu, terbang di empat lokasi di Poso, yakni Kecamatan Poso Pesisir, Poso Pesisir Utara, Poso Pesisir Selatan, dan wilayah Lembah Napu, khususnya di kecamatan Lore Tengah.

Satgas Operasi Tinombala mengimbau agar terduga teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang saat ini tersisa tujuh orang, untuk menyerahkan diri secara sukarela. Imbauan itu disampaikan dengan cara mengedarkan pamflet melalui helikopter. (Foto: Mitha/SatgasTinombala)

Memang, saat ini masih tersisa sekitar tujuh orang lagi anggota MIT yang sedang dikejar pasukan Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala. Mereka diduga masih bersembunyi di sekitar hutan Kabupaten Poso. Berbagai upaya pencarian telah dilakukan, mulai dari  mengirimkan pasukan ke hutan-hutan di Poso, pengejaran, membangun pos-pos sekat hingga yang terbaru adalah menyebarkan pamflet imbauan dengan menggunakan helikopter.

Kapolda Sulawesi Tengah, Brigadir Jenderal Polisi Rudy Sufahriadi berharap, kawanan DPO MIT segera sadar, karena yang mereka lakukan adalah tindakan yang melanggar hukum.

“Kami berharap mereka menyerahkan diri secara secara sukarela,” kata Kapolda Rudy Sufahriadi.

Satgas Operasi Tinombala mengimbau agar terduga teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang saat ini tersisa tujuh orang, untuk menyerahkan diri secara sukarela. Imbauan itu disampaikan dengan cara mengedarkan pamflet melalui helikopter. (Foto: Mitha/SatgasTinombala)

Kepala Operasi Tinombala, Komisaris Besar Polisi Djadzuli mengatakan, upaya yang dilakukan Satgas Tinombala itu, merupakan imbauan secara persuasif dalam rangka memberikan perlindungan keamanan dan ketentraman kepada masyarakat, atas keberadaan kawanan DPO MIT, yang terindikasi masih berkeliaran di wilayah hutan pegunungan Poso.

Selain pamflet yang mengajak MIT menyerahkan diri, ada pula selebaran lainnya yang diedarkan dari helikopter itu bertuliskan: Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951, Diperintahkan kepada seluruh masyarakat sipil yang menguasai, membawa, memiliki, mempergunakan senjata api secara illegal, agar secepatnya menyerahkan diri kepada aparat penegak Hukum, yakni Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Saat ini, masih tersisa sekitar tujuh orang lagi anggota MIT yang sedang dikejar pasukan Satgas Operasi Tinombala. Mereka itu adalah  Ali Muhammad alias Ali Kalora alias Ali Ambon asal Poso, Muhammad Faisal alias Namnung alias Kobar asal Poso, Qatar alias Farel asal Bima Nusa Tenggara Barat (NTB), Nae alias Galuh asal Bima NTB, Basir alias Romzi asal Bima NTB, Abu Alim dan Kholid asal Bima NTB.

Meski masih tersisa tujug orang lagi, tapi Penanggungjawab Kegiatan Operasi Tinombala (PJKO), Brigadir Jenderal Polisi Rudy Sufahriadi mengklain, operasi itu cukup berhasil dengan tertangkapnya Santoso alias Abu Wardah bersama 31 pengikut lainnya.

Secara rinci, Brigadir Jenderal Polisi Rudy Sufahriadi mengatakan, selama berlangsungnya Operasi Tnombala 2016 itu, pasukan gabungan TNI dan Polri sukses menangkap hidup 10 orang, meninggal dunia dalam kontak senjata 20 orang, dan 2 orang ditemukan telah meninggal dunia.

Kapolda menambahkan, di tengah keberhasilan Satgas Operasi Tinombala 2016 itu, ada sejumlah petugas yang menjadi korban. Tercatat sebanyak 19 aparat meninggal dunia, baik karena kecelakaan, sakit maupun yang tertembak oleh anggota MIT dan juga korban salah tembak sesama aparat. ***

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here