Calon Presidium Nasional KAHMI, Kamrussamad saat menerima cinderamata dari Pengurus KAHMI Sulteng, Nisbah Mariadjang

Lovely Nukila/DetikSulteng.com

Musyawarah Nasional (Munas) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) sudah siap digelar pada 17-19 November di Medan, Sumatera Utara. Sejumlah calon presidium mulai pasang kuda-kuda. Salah satu di antaranya adalah Kamrussamad, salah seorang calon presidium yang berasal dari Himpunan Pengusaha KAHMI. Baru-baru ini, alumni HMI Sulawesi Selatan itu menyambangi Palu, dan bersilaturahim dengan Pengurus Wilayah KAHMI Sulawesi Tengah.

“Saya datang ke Palu, karena melihat bahwa Palu saat ini sedang menjadi sorotan dalam proses percepatan pembangunan nasional. Di Palu ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang bakal menjadi pendongkrak peningkatan ekonomi,” kata Kamrussamad.

KEK Palu, kata dia, akan menjadi salah satu pintu perekonomian baru di Kawasan Timur Indonesia. Saat ini saja, sudah tujuh perusahaan yang  telah berinvestasi di KEK Palu, yakni PT STM Tunggal Jaya (pengembang dan pengelola) sebagai mitra strategis utama BPST dengan nilai investasi sebesar Rp7,2 triliun.

Enam lainnya sedang membangun pabrik-pabriknya, yaitu PT Hong Thai Internasional dengan nilai investasi Rp13,742 miliar, PT Sofie Agro Industries dengan nilai investasi 1,380.000 Dolar Amerika Serikat, PT Triwihaso Pilar Sukses dengan nilai investasi sebesar Rp2,670 miliar, PT Wira Sukses Cemerlang Rp8,5 miliar, PT Panca Sentosa Investama Rp2,670 miliar, dan PT Asbuton Jaya Abadi Rp100 miliar.

Sedangkan calon investor yang segera menanamkan modalnya di KEK Palu adalah, PT PGRC (oil refinery & petrochemical industry) sebesar 9,878 miliar Euro atau sekitar Rp150 triliun, PT Agro Sulteng dengan nilai investasi Rp300 miliar. Selain itu, ada juga investor yang sudah siap berinvestasi, tapi belum terhitung nilai investasinya, yaitu PT Sulawesi Bunker Terminal, PT SAL Indonesia Raya, PT Palu Energy Indonesia, Tidfore Group Co.Ltd dan Korea Western Power Ltd sebesar Rp6,5 triliun.

“Ini artinya, KEK Palu akan menjadi pusat industri terbesar di Pulau Sulawesi. Itulah yang mengharuskan saya harus datang ke sini dan bertemu dengan KAHMI Sulteng, agar dapat memberi dukungan untuk KEK Palu. Apalagi Ketua KAHMI Sulteng adalah direktur dari badan pengelola KEK Palu ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Wilayah KAHMI Sulawesi Tengah, Mansur Ba’adi mengatakan, sudah lazim selama ini Presidium KAHMI Nasional, mayoritas diisi oleh politisi, birokrat dan akademisi, sedangkan dari kalangan entrepreneur atau pengusaha sangat jarang.

“Oleh karena itu, kehadiran kalangan pengusaha di Presidium KAHMI tidak hanya sekadar penting, tapi juga menjadi keharusan,” kata Sekretaris Eksekutif KADIN Daerah Sulawesi Tengah ini.

Lantaran itu, menurut Mansur Ba’adi, karena Presidium Nasional KAHMI yang akan dipilih nanti berjumlah Sembilan orang, maka Kamrussamad sebagai representasi dari pengusaha, harus diperjuangkan untuk dapat terpilih dalam jajaran presidium itu.

“Terima kasih dinda sudah datang ke Palu, kami juga akan ikut memperjuangkan agar adinda terpilih di Munas KAHMI di Medan nanti,” tegasnya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here