Para pebalap dari 18 negara yang ikut ambil bagian dalam Tour de Central Celebes sedang persiapan berangkat dari Kota Ampana menuju Tentena, Poso. Pebalap ini dilepas oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Danggola. (Foto: istimewa)

Akbar Fawaid/DetikSulteng.com

Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola dan Bupati Tojo Unauna Muhamad Lahay, melepas para peserta lomba balap sepeda wisata internasional Tour de Central Celebes (TdCC) di Taman Jembatan Hayal, Kota Ampana, ibu kota Kabupaten Tojo Unauna, Senin.

Sebanyak 69 pebalap dari 18 negara yang terbagi dalam 15 tim nasional dan internasional langsung melesat menyusuri jalan Trans Sulawesi yang beraspal mulus sesaat setelah Gubernur dan Bupati Tojo Unauna mengangkat bendera start tepat pukul 10.00 Wita

Ribuan warga Kota Ampana, Tojo Una-Una menyaksikan acara pelepasan tersebut, baik di tempat rekreasi Jembatan Hayal maupun yang berdiri di pinggir jalan sepanjang rute yang dilintasi para pebalap.

Pada lomba hari ini, para pebalap akan menjajal rute Etape I menuju Kota Tentena, Kabupaten Poso sepanjang 191,5 kilometer dengan garis finish di anjungan Festival Danau Tektonik Poso, yang diperkirakan akan ditempuh dalam tempo 4 jam 41 menit.

Sejumlah pebalap berharap bisa menaklukan rute dengan satu nomor lomba king of mountain (kom) dan tiga kali sprint hari ini .

Dalam acara ramah tamah dengan para pebalap dan seluruh pihak terkait TdCC bersama masyarakat Kabupaten Tojo Unauna di Ampana, Minggu malam, Gubernur Longki Djanggola mengatakan bangga atas terselenggaranya TdCC yang pertama kali, karena dapat menumbuhkan dan mengembangkan prestasi olahraga sekaligus promosi wisata dan investasi.

“Saya bersama para pebalap, official dan commisionaire sudah ke obyek wisata Pangempa, Kadidiri dan Wakai, di gugusan Kepulauan Togean. Tempat ini merupakan pulau yang luar biasa. Mudah-mudahan setelah mereka menikmati keindahan Kepulauan Togean ini, mereka mempromosikannya di negara masing-masing,” kata Gubernur.

Gubernur mengakui dampak TdCC ini tidak bisa dirasakan langsung sekarang, karena itu event olahraga dunia ini  akan digelar terus menerus dengan penyelenggaraan yang semakin profesional.

Setelah menyelesaikan Etape I, para pebalap dan tim masing-masing akan menikmati wisata alam di Danau Poso dan menghadiri acara ramah tamah bersama warga Kabupaten Poso yang sedang menyelenggarakan Festival Danau Tektonik di Kota Tentena, tepian Danau Poso.

Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah, Ardiansyah Lamasitudju, para pebalap akan menginap semalam di kota wisata Tentena, dan menikmati sejumlah event budaya dan pariwisata, seperti tarian adat, makanan khas, lokasi wisata Danau Tentena, Air Terjun Tujuh Tingkat dan beberapa lokasi wisata lainnya.

Setelah semalam menikmati keindahan Danau Poso dan Festival Danau Poso, para pebalap akan memulai Etape II dari Kota Poso ke Parigi sepanjang 135,6 kilometer. Mereka akan dilepas Menpora pada pukul 09.00 waktu setempat dan dijadwalkan finish di Kota Parigi pukul 12.02 Waktu Indonesia Tengah.

Sedangkan etape III dari Kota Parigi menuju Kabupaten Sigi dan Kota Palu sepanjang 153,3 kilometer, start pukul 12.00 waktu setempat di Parigi dan finish di Kota Palu, depan Kantor Gubernur Sulteng pukul 15.34 waktu Palu.

Khusus dalam Kota Palu, para pebalap akan memutar sebanyak enam kali pada rute yang ditetapkan dengan total panjang 33 kilometer, menyusuri jalan-jalan utama dengan maksud agar sebanyak mungkin masyarakat ibu kota Provinsi Sulteng ini bisa menikmatinya.

Juru bicara Polda Sulawesi Tengah, Ajun Komisaris Besar Polisi Hari Suprapto mengatakan, selama para pebalap melewati jalan-jalan utama di Kota Palu dan Sigi, seluruh ruas jalan itu ditutup sementara untuk umum. Masyarakat umum yang menggunakan kendaraan dialihkan melewati jalan lain yang tidak dilewati oleh pebalap.

“Kami telah berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, pada 8 November ini, jalan akan ditutup selama enam jam dimulai sejak jam 11.00 waktu setempat,” ujarnya. ***

 

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here