Abdul Gani, pebalap dari KFC Jakarta finish pertama pada etape kedua Tour de Central Celebes di Parigi. ***

Lovely Nukila/DetikSulteng.com

Tim KFC Jakarta mendominasi juara pada dua etape balap sepeda wisata internasional, Tour de Central Celebesm(TdCC). Etape pertama dari Kota Ampana ke Kota Tentena, Poso sejauh 191,5 kilometer, diraih oleh Jamal Hibatullah. Dan di etape kedua dari Kota Poso ke Kota Parigi di Kabupaten Parigi Moutong, rekan satu timnya, Abdul Gani berhasil mencapai garis finish terlebih dahulu di depan Kantor Bupati setempat.

Pada etape pertama yang finish di kota tepian Danau Poso itu, Jamal Hibatullah selain yang tercepat dengan catatan waktu 4 jam 15 menit, pebalap yang berusia 21 tahun itu  sukses di tiga race sprint yang diperebutkan di etape ini. Ia  unggul pada sprint I dan II, dan hanya menduduki posisi III pada sprint III, karena race sprint III ini diambil alih oleh pebalap Filipina Ronel Rellamas Hualda dari tim Go for Gold.

Pebalap wisata internasional dalam Tour de Central Celebes saat menuju etape kedua di Kota Parigi. ***

Sementara gelar raja tanjakan (king of mountain direbut Jonel Carcueva, pebalap tim Go for Gold Filipina.

Jamal yang baru saja menjuarai Tour de Ijen (Banyuwangi) dan Tour de Molusca (Maluku) itu juga ditetapkan menjadi pebalap Indonesia terbaik dalam Etape I Tour de Central Celebes ini.

Sedangkan pebalap muda lainnya dari KFC, Jakarta, Abdul Gani yang bernomor punggung 41 menjadi yang tercepat menyentuh garis finish di depan Kantor Bupati Parigi Moutong, Selasa siang sekitar pukul 12.30 waktu setempat. Dia mengungguli rekan satu timnya Jamal Hibatullah yang pada etape I Ampana-Tentena menjadi yang terdepan.

Menurut pihak panitia,  Abdul Gani menyentuh garis finish bersamaan dengan Goorge Luis Oconer dari tim Go for Gold Filipina serta Projo Waseso dari tim CCN Jakarta dengan catatan waktu 3.19.52 jam. Namun Abdul Gani akhirnya ditetapkan sebagai juara I, menyusul George Luis Oconer dan Projo Waseso sebagai juara II dan III.

“Mereka bertiga menerima bonus uang tunai masing-masing Rp18 juta, Rp9 juta dan Rp5 juta yang diserahkan oleh Wakil Bupati Parigi Moutong Badrun Nggai,” kata Ardiansyah Lamasitudju, kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah.

Memasuki etape kedua di Parigi, para pebalap harus melewati lintasan berkelok dan tanjakan. ***

Selain menjadi yang tercepat menyentuh garis finish, Abdul Gani juga dikukuhkan menjadi pebalap nasional terbaik untuk Etape II ini. Gelar ini sebelumnya disandang Jamal Hibatullah (KFC) pada Etape I, namun Yellow Jersey, gelar paling bergengsi di Etape II ini masih dipertahankan Jamal.

Jamal masih berhak atas Yellow Jersey karena paling unggul pada tiga lintasan sprint di rute ini dan mendapatkan gelar raja sprint. Jeket kuning ini diserahkan oleh Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah, Hidayat Lamakarate.

Sementara itu Jonel Carcueva, pebalap Filipina yang tergabung dalam tim Go for Gold belum dapat diungguli 57 pebalap lain yang berlaga di etape II ini dalam menaklukkan tanjakan, sehingga ia tetap mendapatkan gelar king of mountain (KoM).

Di garis finish, para pebalap disambut meriah ribuan warga Kota Parigi yang menggelar tari-tarian tradisional, dan pengalungan bunga oleh sepasang putra-putri pariwisata Parigi Moutong yang berbusana carnaval berbentuk burung merak yang mengembangkan sayapnya.

Pebalap Tour de Central Celebes akan memasuki etape kedua di Parigi. ***

Meski berhasil mencapai garus finish, tetapi para pebalap mengeluhkan lintasan yang dilewati. Baik Abdul Gani maupun Jamal mengaku sangat bangga bahwa timnya begitu solid sehingga masih bisa mempertahankan dominasi juara pada etape II Poso-Parigi, sekalipun kondisi lintasan yang dilewati tidak seperti yang diperkirakan semula.

“Hari ini banyak teman yang mengalami pecah ban, terjatuh dan berbagai trouble terhadap sepeda, karena lintasannya jelek,” ujar Abdul Gani.

“Lintasannya keriting pak,” kata Jamal menimpali rekannya dan menambahkan bahwa di beberapa titik masih berpasir sehingga harus ekstra hati-hati agar tidak terpeleset dan banyak juga tonjolan di jalan seperti pita kejut di jalan raya.

Menurut mereka, kendala ini mempengaruhi para pebalap untuk mencapai prestasi terbaiknya pada etape II.

Sementara itu, dalam pantauan The Jakarta Post yang menyusuri lintasan TDdCC dari Kota Palu ke Ampana, hanya jalan raya di Kabupaten Parigi Moutong yang pita kejutnya tidak dibongkar untuk mendukung kelancaran balap sepeda akbar untuk wilayah Sulteng ini.

Saat berita ditulis para pebalap semuanya telah memasuki garis finish di Kota Parigi. Para peserta akan menginap semalam di Parigi, menikmati acara seni dan budaya tradisional setempat, juga menikmati makanan khas daerah itu. Kemudian mereka akan melanjutkan perjalanan ke etape tiga atau etape terakhir pada Rabu (8/11) siang menuju Kabupaten Sigi dan Finish di Kota Palu sejauh 149,3 kilometer.

Khusus dalam Kota Palu, para pebalap akan memutar sebanyak enam kali pada rute yang ditetapkan dengan total panjang 33 kilometer, menyusuri jalan-jalan utama, dengan maksud agar sebanyak mungkin masyarakat ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah ini bisa menikmatinya.

Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola mengatakan, TDCC ini merupakan yang pertama kalinya digelar di daerahnya, dan diikuti oleh peserta dari 18 negara, antara lain Kanada, Belanda, Singapura, Malaysia, Korea, Belanda, Kuwait, Sri Lanka, Vietnam, Filipina, Thailand, Brunei, Perancis dan Indonesia serta beberapa Negara lainnya.

“Semoga di TDCC kedua tahun depan akan lebih banyak lagi,” kata Gubernur Longki. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here