Akbar Fawaid/DetikSulteng.com

MEDAN – Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke 10 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Kota Medan, Jumat (17/11).  Sebanyak 1.200 personel gabungan siap  mengamankan jalannya acara yang akan berlangsung mulai 17 sampai 19 November 2017 tersebut.

“Ada 1.200 personel kita siagakan. Besok Presiden hadir bersama Ibu Iriana. Yang buka acara Pak Presiden, yang menutup nanti Pak Wakil Presiden,” kata Pangdam I/Bukit Barisan Mayor Jenderal TNI Cucu Somantri didampingi Kapolda Sumut Inspektur Polisi Paulus Waterpauw.

Paulus menimpali, pihaknya juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas tanpa menutup jalan. “Tidak ada penutupan jalan karena itu permintaan Pak Presiden,” ucapnya.

WaliKota Medan, Dzulmi Eldin mengapresiasi dipilihnya Kota Medan sebagai tempat penyelenggaraan Munas KAHMI.

“Kami senang Medan dipilih sebagai tempat pelaksanaan perhelatan nasional. Kita sama-sama tahu, HMI dan KAHMI telah melahirkan figur-figur yang memberi sumbangsih bagi bangsa dan negara ini,” kata Eldin.

Presiden Joko Widodo saat wefie bersama Pengurus Majelis Nasional KAHMI dan Para Ketua Majelis Daerah KAHMI se Indonesia di teras Istana Negara. (Foto: Dokumentasi HIPKA)

Ketua Panitia Munas,  Rajab Pasaribu menjelaskan, munas akan dihadiri sekitar 1.500 aktivitis KAHMI dari seluruh Indonesia. Selain memilih Sembilan orang presidium, juga akan diisi dengan seminar nasional.

Sebagai pembicara ditunjuk menteri pendidikan, pimpinan KPK, dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan sebagai keynote speaker. Munas akan ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Maimun Medan.

Dari jadwal acara yang diperoleh detiksulteng.com, Presiden Jokowi bertolak dari Jakarta menuju Medan pukul 10.00 WIB dan tiba di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deliserdang, pukul 12.15 WIB.

Rencananya Preisden Jokowi akan shalat Jumat di Masjid Cargo Angkasa Pura. Pukul 13.45 menuju Medan dan makan siang bersama di Restoran Budaya. Pukul 15.00 WIB, membukaan Munas KAHMI di Santika Premiere Dyandra Hotel Medan, lalu sorenya sekira pukul 17.00 menuju bandara dan kembali ke Jakarta.

Mahfud MD

Mengindonesiakan Islam, Daripada Mengislamkan Indonesia

Koordinator Presidium KAHMI, Mahfud MD mengatakan, sejak dibentuk pada 17 September 1967, organisasi KAHMI berniat melanjutkan idealisme Himpunan Mahasiswa Islam yang sangat indonesiawi, manusiawi dan Islami.

Menurut Mahfud, sebagai salah satu organisasi pergerakan, KAHMI ingin ikut berpartisipasi membangun masa depan bangsa Indonesia yang tidak lepas dari Keindonesian dan Keislaman.

“Masa depan indonesia yang ingin dibangun oleh KAHMI adalah Keindonesiaan dan keislaman,” ujar Mahfud.

Mahfud menjelaskan, KAHMI sebagai organisasi yang berlandaskan Islam, lebih menyukai istilah mengindonesiakan Islam, daripada mengislamkan Indonesia.  Dengan mengindonesiakan Islam, KAHMI membawa islam ke dalam realitas NKRI yang multikultural dan menjadikan islam sebagai rahmat bagi masyarakat Indonesia.

“KAHMI tidak pernah mencoba untuk mencabut akar realitas budaya bangsa di masyarakat, tapi hadir untuk menghadirkam ruh Islam ke dalam realitas itu agar terbangun Indonesia yang bersatu dalam kedamaian dan kerukunan,” jelas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Di Munas ke 10 ini, KAHMI  akan mampu mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dalam visi dan bersinergi dalam merawat indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here