Kementerian Agama (Kemenag) mengklaim, upaya perbaikan di berbagai bidang selama ini telah membuahkan hasil sehingga menjadi prestasi baik bagi Kemenag di usianya yang ke 72 tahun. (Foto: Eddy Mahyudin)

Lovely Nukila/DetikSulteng.com

Kementerian Agama (Kemenag) mengklaim, upaya perbaikan di berbagai bidang selama ini telah membuahkan hasil sehingga menjadi prestasi baik bagi Kemenag di usianya yang ke 72 tahun.

Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola saat membacakan sambutan Menteri Agama, Lukman Saifuddin pada peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-72 di Kanwil Kemenag Sulteng, Rabu (3/1), mengatakan Kemenag sukses menorehkan prestasi di bidang tata kelola pemerintahan sehingga mendapat opini hasil audit BPK dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Kenaikan indeks penilaian reformasi birokrasi juga menjadi prestasi lain dari institusi itu. Di bidang pelayanan haji, indeks kepuasan jamaah haji terus meningkat. Indeks kerukunan beragama berada dalam angka positif.

“Begitu pula dengan pelayanan nikah di KUA, juga mengalami perbaikan,” kata Menteri Agama seperti yang disampaikan Gubernur Longki Djanggola.

Demikian pula soal standar mutu pendidikan agama dan keagamaan di tingkat dasar, menengah maupun perguruan tinggi semakin baik.

Selain itu, Kementerian Agama dinilai sebagai penyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terbesar, pelapor Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbanyak serta beberapa penghargaan lainnya dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kondisi itu menunjukkan bahwa Kemenag telah mampu bertransformasi melalui sistem yang baik. Namun,  harus segera diimbangi dengan perubahan mental, cara berpikir dan budaya kerja yang baik.

Menteri Agama  mengingatkan agar prinsip bersih dan melayani harus senantiasa dijunjung tinggi oleh seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kemenag.

Menurut Menteri Agama, tugas Kemenag semakin berat tantangannya saat ini, karena menghadapi zaman yang cepat berubah.

“Kita berada dalam lingkup masyarakat lebih luas yang meliputi warga global hingga generasi digital. Tuntutan publik terhadap kita semakin tinggi, terbuka, dan spontan. Diperlukan sikap yang tepat dan cerdas dalam merespons tuntutan masyarakat terhadap Kementerian Agama,” katanya.

Menurut Menag ASN di lingkungan Kemenag tidak boleh lagi bekerja dengan kacamata kuda yang minim kepedulian terhadap sekitar. Dirinya meminta agar mendengar aspirasi dari berbagai arah agar dapat mencapai target kinerja sekaligus memenuhi harapan publik.

Marilah kita latih kepekaan agar lebih memahami persoalan riil di masyarakat sehingga dapat menentukan prioritas kerja. Dalam bahasa agama, langkah ini dikenal dengan istilah taqdimul aham min almuhim, dahulukan yang terpenting daripada yang penting,” jelasnya.

Peringatan HAB 2018 di Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah berlangsung hidmat dalam sebuah upacara. Selain itu juga ditandai dengan pelepasan balon gas ke udara.

Upacara juga dirangkai dengan penyematan Satya Lencana Karya Satya kepada ASN di lingkungan Kemenag Sulteng dan penetapan juara lomba madrasah sehati lingkup Kemenag Kota Palu serta sejumlah atraksi lainnya.***

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here